^.^SURPRISE FOR YOU.^^
Matahari memaparkan cahayanya di pagi hari,
Marsya membuka jendela rumahnya untuk mendapatkan udara segar.
"wuahhhh....., segarnya."
Marsya adalah seorang gadis manis yang
memiliki nama lengkap Nadia Marsya. Angin sepoi seakan mengelus-elus rambut
panjangnya. Ia seperti di manjakan oleh sentuhan angin di pagi hari.
Sejak SMP Marsya di beasiswakan karena
kepintaraanya. selain pintar dia merupakan putri pemilik perusahaan teknologi
di kotanya. Namun, karena berbagai alasan, ia memilih untuk memisahkan diri
dari keluarganya.
"Hei! gadis jelek, ngapain lu ngelamun di pagi-pagi
gini. Nanti kesambut setan lho...???" Tampak seorang pemuda mengusikinya.
"Hei! lu tuh yang kesambet setan, baru pagi-pagi sudah
ngajak ribut, entar ku lemparin sandal baru tau rasa." Gemesnya.
" Wekkkk :p Lu kayak Nenek tua, marah-marah... mending
gua cabut...!!!"
"He! lu ya...!!!! kurang kerjaan aja."
Dia adalah Jordan, kakak
kelasnya. Mereka selalu bertengkar dan tidak akur. Jordan sebenarnya tampan,
keren dan pintar. Namun, satu hal yang tidak disukai Marsya dari dirinya yaitu
sifatnya yang sombong dan kadang angkuh sendiri.
"Ha..!Ha...!Ha....!" Marsya spontan tertawa
mengingat sesuatu. ia teringat ketika ia baru pertama masuk sekolah di SMP SW.
harapan bangsa. Ia pernah di MOS oleh Jordan sebagai panitia MOS. Satu hal
moment yang paling berkesan di benaknya ialah ketika Jordan menyuruhnya untuk
menembak seseorang dan membuat sebuah surat cinta untuk kakak kelasnya. Tidak
hanya itu, Ia juga menyuruh Marsya membacakan surat cinta itu melalui
microphone sekolah. Awalnya Marsya tidak mau melakukan itu karena malu, namun
ia tidak mau kalah, ia mempunyai rencana agar Jordan kena batunya sendiri dari
kejahilannya itu.
Marsya pun bersedia menerima tantangan itu
untuk membacakan surat cintanya melalui microphone di depan semua orang.
" Surat ku ini saya sampaikan untuk Kak Jordan, dan
saya mohon perhatian dari si penerima surat ini."
"cie...cie..cie.. suit! suit!" Teriak semua siswa.
" Tidak usah ge'er dulu" Pikirnya...
" Ekhm! ekhm!" ia menyiapkan ancang-ancang...
"Ketika ku pertama melihat mu, aku langsung terjatuh
hati karena wajahmu mirip dengan Pet kesayanganku dirumah yang lucu dan
menggemaskan. Harummu memikat perhatianku karena baumu mengingatkan aku dengan
makanan kesukaanku Pete dan jengkol. Tidak bisa ku bayangkan engkau sungguh
tampan saat ini memerhatikanku dengan wajah merah dan geram bagaikan pantat
ayam......" Sebagian isi dari surat itu."
"ha...!ha...! ha...!"
sungguh memalukan, semua siswa tertawa terbahak-bahak mendengarkan isi surat
itu dan begitupun dengan Marsya yang terus tertawa terbahak-bahak sambil
memegang perutnya karena tidak bisa menahan kelucuan itu.
Namun, mulai dari kejadian
itu Jordan sering mengusiki Marsya. Namun ia tidak mau kalah, prinsipnya balas
kejahatan dengan kejahatan. "siapa yang mulai dan ia yang harus
mengakhiri" cetusnya. Namun itu hanya berlaku kepada Jordan dan bukan orang lain. Marsya sangat bersikeras memberikan pembalasan kepada Jordan agar dia berubah karena uang bukanlah segalanya didalam hidup karena itu merupakan kesenangan semata dan tidak menjadi alat ukur menuju rumah-Nya.
*
* *
* *
* *
*
* * "Nadia Marsya dinyatakan lulus dengan perolehan nilai sebesar 1700, peringkat ke 1 dari 65 siswa."
Marsya dinyatakan lulus dengan hasil yang memuaskan. selain itu, dia mendapatkan beasiswa ke sekolah yang berkualitas dan versi international.
"Selamat ya Marsya, kedua orang tuamu pasti bangga."
"Terimakasih ya...."
Marsya terus menunggu kedua orang tuanya untuk menunjukkan hasil belajarnya selama ini. Beberapa jam kemudian Ibunya datang menemui Marsya.
"Bunda....." Marsya memeluk Bundanya, layaknya seorang anak yang baru berjumpa dengan orang tuanya setelah bertahun-tahun tidak berjumpa.
"Bunda, mana Ayah...???" Tanyanya penuh harapan.
"Nak.... Ayahnya lagi sibuk dengan kerjaannya, jadi nggak ada waktu untuk bertemu."
"Lagi-lagi sibuk sibuk dan sibuk sampai-sampai anaknya sendiri dilupakan, atau jangan-jangan papa lebih sayang dengan pekerjaannya dari pada aku." Cetusnya
"Marsya.... bukan begitu. Ayah sedang mencari nafka untuk memenuhi kebutuhan kita bukan sekedar bermain-main saja, tugas seorang Ayah sangat sulit. karena itu Bunda mohon kepahaman Marsya. Marsya kini sudah tambah dewasa dan tentunya pemikiran Marsya harus dewasa juga." Bunda menasehati sang Buah hatinya dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.
" Baik Bun.....". balasnya dengan nada rendah.
"Nak sekarang mari pulang, kami merindukan kedatanganmu dirumah. sudah sekian lama kita nggak ngumpul-ngumpul bareng."
"Iya Bunda ku sayang." Marsya mencium Bundanya itu dengan penuh cinta.
" Nak, mama akan membeli apartemen baru untuk mu. apakah Marsya mau...???" Tanya Bunda
"Tidak Ma, saya udah beli apartemen dengan hasil usaha Marsya sendiri. Marsya ingin mandiri dan tidak bergantung pada orang tua." jelasnya.
" Untuk apa semua itu, kamu tuh harus konsen belajar..."
" Bun...... Marsya dapat membagi waktu dengan baik, Marsya janji akan mempertahankan prestasi Marsya."
"Baiklah kalau itu demi kebaikanmu. Bunda akan selalu mendoakanmu. Tapi, walaupu Marsya sudah mencapai titik puncak keberhasilan, kamu tidak boleh melupakan Sang Pencipta. tetaplah berdoa dan berusaha, pasti Ia akan mengabulkan doa anaknya..." Ujar Bunda
"Oke mama ku sayang yang baik hati kayak anaknya, hehehe... yukkk kita pulang."
* * * * * * *
Pengen tahu cerita selanjutnya...... apakah Marsya dan Jordan akan selalu bertengkar dan mengusiki satu sama lain. makanya saksikan terus kelanjutan ceritanya di blog berikutnya.... daahhhhhhh!!!! :*
Marsya dinyatakan lulus dengan hasil yang memuaskan. selain itu, dia mendapatkan beasiswa ke sekolah yang berkualitas dan versi international.
"Selamat ya Marsya, kedua orang tuamu pasti bangga."
"Terimakasih ya...."
Marsya terus menunggu kedua orang tuanya untuk menunjukkan hasil belajarnya selama ini. Beberapa jam kemudian Ibunya datang menemui Marsya.
"Bunda....." Marsya memeluk Bundanya, layaknya seorang anak yang baru berjumpa dengan orang tuanya setelah bertahun-tahun tidak berjumpa.
"Bunda, mana Ayah...???" Tanyanya penuh harapan.
"Nak.... Ayahnya lagi sibuk dengan kerjaannya, jadi nggak ada waktu untuk bertemu."
"Lagi-lagi sibuk sibuk dan sibuk sampai-sampai anaknya sendiri dilupakan, atau jangan-jangan papa lebih sayang dengan pekerjaannya dari pada aku." Cetusnya
"Marsya.... bukan begitu. Ayah sedang mencari nafka untuk memenuhi kebutuhan kita bukan sekedar bermain-main saja, tugas seorang Ayah sangat sulit. karena itu Bunda mohon kepahaman Marsya. Marsya kini sudah tambah dewasa dan tentunya pemikiran Marsya harus dewasa juga." Bunda menasehati sang Buah hatinya dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.
" Baik Bun.....". balasnya dengan nada rendah.
"Nak sekarang mari pulang, kami merindukan kedatanganmu dirumah. sudah sekian lama kita nggak ngumpul-ngumpul bareng."
"Iya Bunda ku sayang." Marsya mencium Bundanya itu dengan penuh cinta.
" Nak, mama akan membeli apartemen baru untuk mu. apakah Marsya mau...???" Tanya Bunda
"Tidak Ma, saya udah beli apartemen dengan hasil usaha Marsya sendiri. Marsya ingin mandiri dan tidak bergantung pada orang tua." jelasnya.
" Untuk apa semua itu, kamu tuh harus konsen belajar..."
" Bun...... Marsya dapat membagi waktu dengan baik, Marsya janji akan mempertahankan prestasi Marsya."
"Baiklah kalau itu demi kebaikanmu. Bunda akan selalu mendoakanmu. Tapi, walaupu Marsya sudah mencapai titik puncak keberhasilan, kamu tidak boleh melupakan Sang Pencipta. tetaplah berdoa dan berusaha, pasti Ia akan mengabulkan doa anaknya..." Ujar Bunda
"Oke mama ku sayang yang baik hati kayak anaknya, hehehe... yukkk kita pulang."
* * * * * * *
Pengen tahu cerita selanjutnya...... apakah Marsya dan Jordan akan selalu bertengkar dan mengusiki satu sama lain. makanya saksikan terus kelanjutan ceritanya di blog berikutnya.... daahhhhhhh!!!! :*